• SMAN 1 JANAPRIA
  • Bertaqwa, Berilmu, Terampil & Mandiri
  • sman1janapria@gmail.com
  • 081 7577 2588 (Text Only)
  • RSS
  • LACAK

Tanda-Tanda Manusia Pilihan || Pelajaran Berharga Dari Kisah Nabi Musa AlaihisSalam

Saeful Basri, M.Ed.

Maukah Anda dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang paling mulia di sisi Tuhannya? Jika jawabannya YA, ada baiknya kita mengulas keunggulan karakter salah seorang Nabi pilihan yakni Musa ‘alaihissalam yang nama-nya paling banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an.

Hal pertama yang ditonjolkan Al-Qur’an mengenai sifat Nabi Musa AS adalah sifat haus akan ilmu pengetahuan. Pentingnya karakter ini juga ditegaskan oleh baginda Nabi SAW yang mengatakan Mayyuridillahu bihi khairan yufaqqihu fiddiin… apabila Allah menghendaki yang terbaik bagi seorang hamba maka Allah akan menjadikannya paham terhadap agama. Itulah tanda pertama dan yang paling utama, yakni berusaha mencari jalan untuk memahami agama dengan mempelajari berbagai disiplin ilmu (termasuk rumpun Literasi, Numerasi, Sains dan Humaniora). Walammaa balagho ashuddahu wastawa, aataynaahu hukman wa ‘ilmawakadzaalika najzil muhsiniin… Ketika Musa telah cukup umurnya dan cukup dewasa, Allah berikan kepadanya kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan, dengan cara itulah Allah menjadikannya manusia pilihan.

Walaupun telah dianugerahi ilmu pengetahuan dan hikmah yang tinggi, Nabi Musa tetap merasa harus menuntut ilmu. Ketika hendak berguru kepada Nabi Khidir beliau membawa sahabatnya Joshua yang jauh lebih muda dari beliau, setelah sekian lama berjalan akhirnya mereka kelelahan tetapi Nabi Musa tidak mau beristirahat sebelum sampai, beliau tidak mau membuang waktu dan berkata kepada Joshua seperti diceritakan dalam AlQur’an: “Aku tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan (tempat Nabi Khidir berada), meskipun aku harus berjalan selama bertahun-tahun”.

Berikutnya, kesungguhan dan komitmen dalam mengerjakan ibadah (baik ibadah mahdhah maupun ghairu-mahdah) adalah kriteria kedua. Kalimat pertama yang didengarkan Nabi Musa ‘alaihissalam di lembah suci Tuwa adalah Fa’budni “sembahlah Aku” Wa aqimissholata lidzikri “dan dirikanlah shalat untuk mengingatku”. Dalam hal ini kita perlu melakukan refleksi apakah selama ini telah bersungguh-sungguh mengerjakan perintahNya dan berusaha sekuat tenaga menjauhi laranganNya. Benarkah kita memposisikan diri sebagai hamba sahaya di hadapanNya? Di saat orang lain makan-minum sepuasnya kita berpuasa menahan dahaga demi mengharapkan ridhaNya, ketika orang lain sedang tidur pulas dan bermimpi kita berdiri khusu’ dalam shalat yang panjang, saat orang lain sibuk dengan hobinya masing-masing kita bertasbih tahlil dan tahmid mengingat kuasa dan karuniaNya. Kita benar-benar manusia pilihan karena senantiasa menjadi ahlul-ibadah di saat lapang maupun susah, di saat bahagia maupun sedih, saat sejahtera maupun terlunta. Semboyan hidup kita adalah shalat, dzikir, qiyam dan qur’an.

Tapi kita belum layak dikatakan manusia pilihan jika pernah melakukan kesalahan namun enggan mengakuinya. Ketika Nabi Musa tak sengaja membunuh pemuda Mesir yang berkelahi dengan kaumnya, ia sangat menyesali perbuatannya walaupun berada di pihak yang benar, ia bertaubat memohon ampunan seraya berkata hadza min ‘amalis syaithan… ini adalah perbuatan syaitan”. Jadi, memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan adalah kriteria yang tidak kalah pentingnya. Begitu menyadari telah melakukan kesalahan, hendaklah kita langsung mengakui dan meminta maaf serta bertekad tidak mengulanginya lagi di kemudian hari. Tanda yang ketiga ini juga erat kaitannya dengan bagaimana kita merespon atau bereaksi ketika di-kritik, ditegur atau dinasehati… “Ini haram”, “ini syubhat”, “ini tidak terpuji” dll. Jika hati kita gembira dan menerima teguran dengan lapang dada, maka kita layak dikatakan manusia pilihan.

Tanda ke-empat yang melekat dan menjadi karakteristik manusia-manusia pilihan adalah sifat Sabar. Nabi Musa ‘alaihissalam adalah salah satu hamba Allah yang paling sabar, sampai-sampai baginda Nabi Muhammad SAW yang paling sempurna kepribadiannya pun belajar dari kesabaran Nabiyullah Musa. Apabila baginda Nabi SAW menghadapi ujian yang berat dan hampir tidak menemukan jalan keluarnya maka beliau segera mengucap kalimat Rahimallohu akhi Musa… “Semoga kasih sayang Allah tercurahkan ke atas saudaraku Musa”. Beliau tahu betul bahwa Nabi Musa AS selalu menunjukkan kesabaran tingkat tinggi di segala situasi, bahwa ujian yang dibebankan kepada Nabi Musa AS tidak lebih ringan dibandingkan ujian yang diberikan kepada dirinya. Nabi Musa AS juga dikenal sabar dalam menuntut ilmu, sabar dalam menjalani ketaatan, sabar dalam menghadapi ujian serta sabar dengan segala ketentuan (Qada’ dan Qadr).

Di samping tanda-tanda yang telah disebutkan di atas, masih terdapat tanda atau kriteria yang kelima yakni bersedia secara sukarela melayani kepentingan orang banyak. Artinya kita harus merasa terpanggil untuk melakukan pelayanan publik, merasa terpanggil untuk membantu yang lemah dan membela yang terzhalimi. Kita harus senang mengorbankan waktu, tenaga dan harta untuk orang lain. KhairunNas anfa’uhum linNas… manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Komentar

Adalah anuk Tetu

Saran / Pendapat / Komentar
Tulisan Lainnya
Pasukan Berani Mimpi ~ Wisuda Purnasiswa Angkatan XXIII-2024

Saepul Basri, M.Ed. (Guru SMAN 1 Janapria) --- SELAMA kalian punya impian maka kalian tidak akan pernah tersesat, karena impian adalah peta beserta kompas yang akan menunjukkan arah k

17/05/2024 11:05 - Oleh Administrator - Dilihat 5501 kali
Peristiwa Isra' Mi'raj || Ujian Bagi Keimanan Seseorang

Saeful Basri, M.Ed. (Guru SMAN 1 Janapria)     JIKA ALLAH SWT tidak membimbing seseorang, mukjizat sebesar apapun tidak akan bisa membuatnya beriman.   Syaitan b

05/02/2024 15:34 - Oleh Administrator - Dilihat 3309 kali
Inovasi (Juga) Punya Sisi Kontroversi

Saeful Basri, M.Ed.   Malam tidak berganti siang dalam sekejap, hujan tidak langsung turun sebelum mendung, anak-anak tidak seketika menjadi dewasa, begitu juga orang miskin tida

20/09/2023 22:42 - Oleh Administrator - Dilihat 2768 kali
BPSDMD Provinsi NTB Luncurkan Kampanye Antikorupsi

20 September 2023   [JANAPRIA] - Sebagai salah satu upaya dalam mendorong etika dan integritas di sektor pendidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provins

20/09/2023 12:34 - Oleh Administrator - Dilihat 1894 kali
Tintanya Para Ilmuwan Lebih Keramat Dibanding Darah Para Syuhada

 SAEFUL BASRI, M.ED. Dengan menyebut nama Allah, yang maha pemurah lagi maha penyayang. Puji syukur hanya bagi Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan desain yang sempurna, d

24/08/2023 18:37 - Oleh Administrator - Dilihat 4360 kali